Selisik Tren Harga Saham dari Grafik Heikin-Ashi
- Muhammad Silvansyah Syahdi Muharram
- 12 Feb
- 2 menit membaca
Diperbarui: 13 Feb
Dalam perdagangan saham, investor perlu mengamati tren harga saat akan membeli atau menjual aset mereka. Alhasil, keuntungan (capital gain) bisa lebih optimal melalui momen entry dan exit yang tepat.
Momen entry dan exit dapat ditentukan dengan analisis pola pergerakan harga saham historis menggunakan jenis grafik atau indikator teknikal tertentu. Salah satu grafik yang bisa mempermudah investor mendeteksi sinyal uptrend dan downtrend adalah grafik Heikin-Ashi.
Heikin-Ashi: Candlestick yang Di-upgrade
Candlestick biasa memiliki komponen open, high, low, dan close yang dilihat hanya dari gerak harga selama satu hari perdagangan. Akan tetapi, Heikin-Ashi menerapkan formula rata-rata antara dua periode pada batang grafiknya.

Keterangan:
0 menunjukkan nilai komponen pada periode berjalan
-1 menunjukkan nilai komponen pada periode sebelumnya
Kelebihan Heikin-Ashi
Karena menggunakan formula rata-rata, Heikin-Ashi mengurangi unsur market noise (perubahan harga tak menentu dalam jangka pendek) pada pola grafik. Hal tersebut menciptakan pola yang lebih halus (smooth) sehingga dapat membantu investor ketika melakukan identifikasi dan analisis tren.


Sinyal Uptrend dan Downtrend
Lilin hijau (bullish) dengan sumbu bawah yang kecil menandakan tekanan beli dan potensi uptrend. Indikasi semakin kuat jika lilin tidak memiliki sumbu bawah sama sekali. Investor bisa membeli aset di posisi ini.
Sebaliknya, lilin merah (bearish) dengan sumbu atas yang kecil menandakan tekanan jual dan potensi downtrend. Indikasi semakin kuat jika lilin tidak memiliki sumbu atas sama sekali. Investor bisa menjual aset di posisi ini.
Sementara itu, lilin hijau atau merah dengan tubuh pendek serta sumbu atas dan bawah mengindikasikan perubahan tren. Investor dapat menunggu sinyal berikutnya atau melihat sentimen secara keseluruhan sebelum memutuskan beli atau jual.

Pro-Tip: Sertai Indikator Teknikal
Kelemahan grafik Heikin-Ashi adalah tidak mencerminkan pergerakan harga real-time alias last price. Oleh sebab itu, investor juga harus menggunakan indikator teknikal seperti Moving Average, Relative Strength Index, atau SuperTrend saat melakukan analisis untuk menghindari terjadinya false signal.
Disclaimer: Konten dibuat untuk tujuan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham tertentu. PT KAF Sekuritas Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Comments